Kalau Pasanganmu Selingkuh, yang Salah Sebenarnya Kamu Atau Dia Sih?

Definisi setia itu bisa menjadi relatif, jika seseorang yang diperjuangkan agar kita setia itu kurang menghargai kita sebagai cintanya. Lebih parah lagi jika kekurangan pasangan kita itu adalah sesuatu yang baru muncul saat sudah serius menjalani hubungan. Bukan berarti jika seseorang “terjebak” dalam perselingkungan maka ia memang berniat demikian. Rasa nyaman yang muncul dari orang lain itu bisa jadi melengkapi rasa kehilangan akibat keburukan pasangan yang muncul terus-menerus. Akhirnya seiring berjalannya waktu, kenyamanan berubah menjadi cinta yang berpindah.
2. Pihak yang diselingkuhi seringkali gak sadar bahwa ia melakukan kesalahan yang cukup fatal atau sesuatu yang “mengganggu” kenyamanan pasangannya.
Ada juga lho beberapa orang yang menyalahkan pihak yang diselingkuhi ketika terjadi perselingkuhan. Alasan mereka cukup klise, karena pihak yang diselingkuhi gak becus sebagai istri, suami ataupun pacar. Padahal bisa jadi ia sudah berbuat semaksimal mungkin untuk kekasihnya, tapi memang kekasihnya adalah seseorang yang bandel dan gak bisa berkomitmen.
3. Pihak yang menjadi orang ketiga seringkali gak menyadari bahwa sosok cintanya telah memiliki pasangan yang resmi.
Walau mengganggu rumah tangga orang itu adalah tindakan yang salah, bukan berarti pelakunya sadar bahwa ia melakukannya. Dalam arti bisa jadi pasangan yang mesra dengannya gak tahu bahwa ia sudah memiliki pasangan lain atau bahkan mengakunya gak ada, alias masih jomblo.
4. Gali dulu semua akar permasalahannya sebelum memutuskan siapa yang salah dalam sebuah perselingkuhan.
Ketika terjadi perselingkuhan, ketiga orang yang terlibat di dalamnya harus dipertemukan dan berbicara secara baik-baik. Apakah mungkin berdiskusi dengan kepala dingin? Kemungkinan besar gak! Untuk itulah dibutuhkan beberapa orang yang dinilai objektif dan bijak serta bisa dipercaya agar bisa membantu menemukan akar permasalahan dari terjadinya perselingkuhan itu.
5. Kuncinya adalah menghindari hal-hal yang dapat memicu perselingkuhan.
Jika memang gak mengharapkan terjadinya perselingkuhan maka hindari hal-hal yang dapat memicunya. Saling percaya pada pasangan akan menebarkan energi positif dalam hubungan kalian. Ketika saling percaya itu tercipta dan gak ada pengekangan, masing-masing akan lebih besar kemungkinan berbuat yang terbaik untuk pasangannya. Ketika sedang berseteru, hindari menceritakan aib hubungan pada rekan lawan jenis.
6. Perselingkuhan yang buruk itu yang secara jelas terjadi karena niat pelakunya.
Bahkan dalam suatu perselingkuhan bisa saja terjadi bukan karena kesalahan siapapun, entah karena terjebak situasi, terpaksa demi melindungi sesuatu ataupun karena tujuan-tujuan tertentu. Karena itulah penting untuk mencari tahu akar permasalahan yang menyebabkan perselingkuhan atau yang terlihat seperti “perselingkuhan”.
7. Siapapun perannya dalam suatu perselingkuhan, pihak yang salah adalah yang gak mengomunikasikan masalahnya.
Semua pihak bisa menjadi yang salah dalam suatu perselingkuhan, tergantung cerita secara detailnya dari semua sudut pandang, baru bisa disimpulkan. Pihak yang pasti salah adalah yang gak mengomunikasikan perasaannya ketika terjadi masalah. Seseorang yang gak merasa senang dengan pasangannya tapi curhat ke lawan jenis yang lain, bukan menyampaikan langsung ke pasangannya, adalah pihak yang salah. Seseorang yang merahasiakan segala sesuatunya dari pasangannya juga menjadi pihak yang salah sehingga membuat pasangannya mencari “orang lain” yang lebih percaya padanya. Begitu juga pihak yang sudah tahu seseorang sudah punya pasangan tapi gak menjaga diri juga bersalah.
Ketika terjadi perselingkuhan, ketahui dulu duduk permasalahannya. Jangan langsung menumpahkan amarah ke salah satu pihak. Bisa jadi kemarahan tersebut salah sasaran dan membunuh karakternya di depan orang banyak yang akhirnya mengetahui tentang hal tersebut.

Related posts