5 Tips Mempertahankan Hubungan Setelah Perselingkuhan

Saat pertama kali mengetahui pasangan Anda berselingkuh tentu dunia terasa runtuh, Anda pasti sangat marah. Tidak mudah memang, menjalani hidup dengan peristiwa seperti ini. Namun, Anda harus segera singkirkan hal-hal tersebut dan fokus kepada keinginan Anda akan hubungan ini, ingin lanjut atau ingin selesai saja? Apakah mungkin hubungan bisa dilanjutkan pasca perselingkuhan? Simak ulasannya.

Hubungan pasca perselingkuhan, harus bertahan atau tetap lanjut?

Jangan sampai anak-anak menjadi alasan Anda untuk bertahan pada suatu hubungan yang buruk, fokuslah pada keinginan yang hendak dicapai. Apakah ingin memperbaiki hubungan atau menyudahinya karena masalah ini? Berbagai faktor di luar hubungan pasangan termasuk faktor anak-anak jangan menjadi alasan pengikat yang terkadang malah menjadi salah.

Akan lebih baik lagi jika anak-anak diasuh oleh orang tua yang ‘tidak utuh’ tetapi damai dibandingkan sepasang orang tua yang kerap berkelahi baik mulut maupun fisik sehingga suasana di rumah tidaklah kondusif untuk membesarkan seorang anak.

Di lain pihak, jika istri atau suami yang jadi korban perselingkuhan pasangannya tetap ingin meneruskan hubungan kenapa tidak? Teruskan hubungan dengan alasan-alasan yang hanya kalian berdua saja ketahui, tidak usah terpengaruh oleh pendapat yang kontra.

Mantapkan hati dan pikiran, pertimbangkan baik-buruknya, lanjutkan dengan keyakinan tinggi. Intinya, tidak usah terlalu terpengaruh oleh faktor eksternal dalam memutuskan untuk melanjutkan atau menyelesaikan hubungan ini.

Karena pada akhirnya hanya Anda yang mengalaminya yang tahu persis, harus lanjut atau berhenti sampai di sini. Kedepankan logika dibanding emosi, betul harus lanjut tapi logiskah Anda pertahankan jika dia berkali-kali berselingkuh? Atau, mungkin ingin menghentikan hubungan perkawinan sampai di sini saja, tapi logiskah dihentikan jika peristiwa perselingkuhan tersebut terjadi hanya sekali dan karena khilaf sesaat saja? Apakah harus ‘dihukum’ seberat itu?

Tips untuk Anda yang mempertahankan hubungan pasca perselingkuhan

Perselingkuhan dapat memberikan konsekuensi yang menghancurkan pasangan dan sering disebut sebagai penghancur utama hubungan, mengalahkan permasalahan emosional dan kekerasan fisik. Namun, lebih dari setengah pasangan yang sudah menikah, memutuskan untuk bertahan daripada berpisah.

Sayangnya, proses penyembuhan akibat perselingkuhan tidak hanya terjadi dalam satu malam saja, bahkan, pasangan paling berkomitmen sekalipun bisa mengalami sakit hati, dilumpuhkan rasa bersalah, dan kebencian akibat suatu perselingkuhan.

Untuk menyembuhkan hubungan tersebut, berikut ini adalah tips yang diberikan oleh psikolog klinis, Dr. Janis A. Spring, mengenai cara menyembuhkan hubungan setelah ada perselingkuhan.

1. Kejujuran adalah nomor satu

Cara bangkit dari perselingkuhan, Spring meminta agar pihak yang menjadi korban, memberikan secara detail keluhan mereka pada pasangannya, secara emosional dan tidak tanggung-tanggung.

Spring mengatakan bahwa sangat penting bahwa orang yang tersakiti tersebut merasa didengar. Karena, mereka sangat mudah merasa gila akibat kesedihan yang mendalam dan mereka (korban selingkuh) perlu memahami, bahwa mereka memiliki bahasa yang bisa digunakan untuk memberitahukan rasa sakit yang mereka rasakan.

2. Menjadi saksi

Banyak orang yang tidak setia merasa ‘lumpuh’ akibat rasa bersalah, mereka melihat perselingkuhan sebagai kerusakan yang tidak bisa diperbaiki. Namun mereka sering kali keliru, karena mendesak pasangannya untuk menempatkan rasa sakit jauh di belakang mereka, daripada meluangkan waktu untuk berduka.

Spring menegaskan bahwa sebaiknya biarkan pelanggar hubungan menjadi saksi atas rasa sakit yang mereka sebabkan, dibanding membela diri atau membelokkan dampak. Selain itu, penting bagi mereka untuk mengambil tanggung jawab untuk kembali membangun kepercayaan pasangannya.

3. Permintaan maaf tertulis

Setelah pelanggar hubungan telah mendengarkan semua keluh kesah dan kesedihan pasangannya, ia menganjurkan agar mereka menulis secara rinci surat khusus yang membuktikan bahwa memang benar mereka memahami kesedihan yang mereka sebabkan.

Jaminan verbal, menjanjikan bahwa Anda tidak akan melakukannya lagi. Mereka harus membuktikan bahwa mereka telah mendengar dan mengerti perasaan pasangan di tingkat yang paling dalam, serta hal ini akan secara spesifik memberitahu mereka tentang dampak perbuatannya. Setelah itu, ambil tindakan untuk tidak melakukannya lagi di masa depan.

4. Berbagi tanggung jawab

Spring mengakui, bahwa orang yang pernah berselingkuh, harus menanggung 100 persen kesalahannya (karena memang tidak ada yang memaksa Anda untuk berselingkuh), namun pihak yang diselingkuhi, harus mengetahui perannya dalam membina hubungan yang bahagia, namun sangat kecil yang menyadarinya.

Orang yang sudah tersakiti tersebut, juga harus melihat bahwa mereka memiliki tangan yang dapat membantu pasangannya dari masalah selingkuh yang pernah dilakukannya, serta sama-sama mengambil langkah untuk memastikan keintiman emosional yang lebih besar di masa depan.

5. Membuat peraturan

Ada cara khusus untuk mendapatkan kembali dan memberikan kepercayaan agar hubungan bisa kembali pulih. Spring menganjurkan pasangan tersebut membangun peraturan ketat yang tidak bisa dinegosiasi di awal proses penyembuhan.

Orang yang menjadi korban perselingkuhan, dapat meminta pasangan mereka untuk selalu menjawab teleponnya, bahkan jika mereka tidak memiliki percakapan. Jika seseorang memiliki suatu hubungan online, mereka juga dapat menuntut pasangannya yang dulu pernah berselingkuh untuk selalu bisa melihat apa yang ia lakukan ketika pasangannya tersebut sedang memainkan ponsel atau sedang berada di depan komputernya. Untuk melihat apa yang pasangannya sedang lakukan.

Related posts