Nakal Itu Enak

Cerita ini 100% cuman khayalan!
Perkenalkan nama ku Jihan, aku seorang anak bontot dari tiga bersaudara, aku masih bersekolah disebuah SMA ternama dikota ini, aku memilih wajah yang sering mendapatkan pujian dari orang lain, kulitkupun putih bersih selain karena perawatan namun juga karena aku masih memiliki keturunan neneku yang memilki darah asli orang Russia, ukuran payudaraku tidak terlalu besar namun pas untuk seukuran anak seusiaku.

Saat ini aku sedang berada dalam mobil yang dikendari oleh supir pribadiku menuju kesekolah, aku sedang menggunakan rok SMA namun dengan atasan hanya menggunakan kaos v-neck yang cukup ketat, aku sengaja untuk tidak langsung menggunakan seragam sekolahku dari rumah, kenapa? Ya, karena aku berharap selama perjalanan kesekolah, supir ku akan kembali menelanjangiku dengan tatapannya melalui kaca spion tengah mobil. Rencanaku ini selalu berhasil, setiap hari supirku selalu mendapatkan pemandangan yang mungkin cukup menggairahkan untuknya, aku malah merasa senang setiap kali ia melihatku, saat mobil sudah berada didekat sekolah, aku hendak menggunakan seragamku, aku menggunakan seragamku secara pelan untuk sengaja menggoda supirku.

Setibanya disekolah aku masuk ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa, disekolahpun banyak mata yang aku sadari diam diam memberikan kesan ingin menggauliku, seragam sekolahku memang cukup nakal baju sma pendek yang bahkan hampir tidak bisa dimasukan kedalam rok, dan rok span yang sangat ketat memperlihatkan bentuk tubuh bawahku. Aku memang sering mendapatkan teguran dari pihak sekolah karena pakaian ku, namun aku merasa bahwa teguran tersebut hanya bualan karena sejauh ini belum ada hukuman apa apa yang aku dapatkan dari pihak sekolah.

Saat itu aku sedang berada dikantin menikmati istirahat kedua, aku sedang duduk mengitari meja kantin bersama gerombolan temanku. Aku memutuskan untuk membeli minuman es jeruk di salah pojok area kantinku, karena pembeli cukup ramai, mau tak mau aku harus mengantri mengikuti siswa yang lain, aku berdiri didepan seorang siswa laki laki yang aku kenal bernama Dika yang juga merupakan teman sekelasku, saat aku sedang mengantri entah megangapa aku mendapatkan ide untuk berlaku nakal kepada dika yang berada tepat dibelakangku ini, saat antrian belum berjalan aku berpura pura melangkah maju kedepan membuat dika yang berada dibelakangku mengimbangi antrian dan maju selangkah, lalu aku melangkah kembali kebalakang, dan benar saja aku merasakan tubuh dika menabrak tepat dibelakangku, saat Dika hendak mengimbangi dan melangkah kebelakang untuk menjauhi tubuhku aku malah lagi lagi melangkah kebelakang membuat tubuh bagian depan dika terus menempel dengan tubuh bagian belakangku, dika yang merasa salah tingkahpun hanya bisa terdiam, sedangkan aku mulai merasakan ada sebuah tonjolan dibagian pantatku, aku lalu sengaja pelan menggerak gerakan pantatku naik turun bergesekan dengan kontolnya, saat antrian sudah bergerak maju aku mengambil dua langkah kedepan dan tanpa kusadari Dika juga ikut mengambil dua langkah sehingga ia masih memepet tubuhku, aku juga merasakan bahwa ia mulai menggerakan badan bagian bawahnya, setelah beberapa lama antri cukup lama masih dalam kondisi menempel seperti itu aku lalu pergi kembali ke gerombolan ku sambil melirik Dika yang melihatku dengan sedikit tersenyum.
Sepulang sekolah, saat aku hendak berganti baju untuk menjalani latihan ekskul cheerleaderku hari ini aku diberitahu oleh seorang pembina ekskul bahwa hari ini tidak ada kegiatan latihan karena akan ada rapat guru sehingga aku tidak jadi mengganti seragamku, saat aku hendak mengeluarkan hpku untuk menghubungi supir agar dijemput lebih cepat karena aku tidak jadi latihan cheers entah mengapa aku malah mengurungkan niatku dan lebih memilh untuk pergi ke kantin, waktu sudah menujukan pukul setengah lima sore, kondisi sekolahpun sudah mulai sepi, aku melihat pedagang minuman yang tadi siang aku beli mulai mempersiapkan dagangannya dan entah mengapa aku malah niat mengodanya, akupun berjalan ke arah dagangannya yang berada di pojok area kantin, saat itu ia sedang sibuk mencuci perlatan dagangnya.
Udah mau tutup ya bang?Ucapku basa basi menyadarkan bang panjul tentang keberadaanku, pedagang minuman itu memang sering dipanggil bang panjul oleh para siswa.
Eh neng Jihan, iya neng udah mau tutupJawabnya sambil nyengir ke arahku yang masih berdiri didepan dagangannya. Niat menggodannya, akupun diam diam masuk dan berjalan pelan masuk mendekatinya, saat itu kondisi lantai masih basah karena baru saja dipel oleh bang panjul, lantai disamping bang panjul pun sangat basah akibat aliran air cuciannya, aku yang melihat kesempatan ini lalu semakin berjalan mendekatinya dan berpura pura jatuh tepat disamping bang panjul yang sedang mencuci, terkena air aliran cucian rok ku yang sangat ketat inipun menjadi basah dibagian belakangnya, bang panjul yang kaget karena kejatuhanku pun reflek memegang lenganku yang membuat bajuku juga basah karena air ditangannya.
Eh neng jihan kenapa? Berdiri dulu nengTanya bang panjul sambil tangannya masih saja memegang lenganku
Aduh lantainnya licin bang, aduh jadi basah deh celanakuBang panjul lalu menariku untuk membantu berdiri dengan tangannya yang masih memegang lenganku, aku lalu berdiri dan memperlihatkan rok ku yang hampir seluruhnya basah pada bagian belakang dan sampingnya.
Kok bisa jatuh sih neng? Ada yang luka ga?
Ga ada sih bang, tapi ga tau deh nih dibelakangku, coba liat bang ada yang luka ga?Godaku sambil berputar membelakanginya dan memperlihatkan jelas bentuk pantatku yang masih terbalut dengan celana sekolah ketat yang basah itu, bang panjul hanya terdiam mendapatkan pemandangan itu aku bahkan lalu sedikit menarik bagian bawah bajuku dengan tangan kiri lalu menarik rok bagian atas belakangku kebawah memperlihatkan kulit atas pantatku yang tidak menggunakan dalaman apa apa lagi.
Ih bang panjul malah bengong, ada yang luka ga?Tanyaku memecah kebengongannya karena terlena dengan pemadangan yang aku berikan padanya.
Eh neng, ga ada kok neng ga ada yang luka heheJawab bang panjul sadar dari pandangannya sambil sedikit menyengir mesum kepadaku, entah mengapa aku malah ingin meneruskan godaanku ini menyadari kondisi fisik bang panjul yang memiliki tubuh hitam dengan kulit pecah pecah dan wajah yang harus ku akui berada dalam kategori sangat jelek.
Ih bang panjul malah ketawa ngeliat aku begini, bang panjul seneng ya ngeliat aku jatuh?Tegorku yang sebenarnya adalah godaan yang membuatnya masih saja nyengir mesum.
Kalo emang bang panjul suka, aku jatuh lagi dehTambahku sembari menurunkan kembali tubuhku bahkan mulai tiduran tengkurap dilantai yang masih basah ini, memperlihatkan bagian belakang tubuhku yang masih basah tadi ke atas yang membuat bang panjul hanya bisa terdiam. Tiba tiba bang panjul ikut menurunkan badannya dan berjongkok didepanku sehingga selangkangannya tepat berada didepanku, ia lalu meraba pantatku yang masih dibungkus rok.
Ih bang panjul apa – apaan sihUcap ku berpura pura protes terhadap aksinya
abang ga tahan neng, neng jihan sexi bangetBalasnya sambil terus meraba raba pantatku, bahkan ia seperti mencoba memasukan jari jarinya kedalam pantat dan memekku yang terhalingi oleh rok yang basah.
Ah…. bang, pelan pelanDesahku, aku sudah berada dalam keadaan saat horni, bahkan aku mulai menjilat jilat kontolnya dari luar celana jeansnya itu, aku dapat merasakan bahwa kontolnya sudah sangat tegang, ia masih saja sibuk menggarap pantatku dengan kasar. Menyadari hal tersebut, bang panjul mulai memaju mundurkan pinggulnya sehingga kontolnya yang masih didalam celana itu menabrak nabrak wajahku.
Bang bentar bangUcapku membuatnya berhenti memaju mundurkan pinggulnya
Anunya keluarin aja bang, muka ku sakit kalo abang pake celanaSontak bang panjul langsung sedikit melonggarkan dan melorotkan celanannya, lalu mengeluarkan kontolnya.
Ayo bang masukin siniSuruhku sembari membuka mulutku, bang panjul yang mengerti maksudku langsung memasukan kontolnya kedalam mulutku lalu kembali menggerakan pinggulnya membuat kepala kontolnya menabrak nabrak kerongkonganku sambil mataku menatap kepadanya, sedangkan tangannya masih saja sibuk menggerepei pantatku sambil terus mendorong dorong jarinya masuk kedalam vagina dan pantatku dari luar rok. Setelah beberapa lama dalam keadaan seperti itu, bang panjul lalu menyemburkan spermanya kedalam mulutku, ia mengeluarkan kontolnya dari mulutku lalu aku masih saja membuka mulut lalu dengan pelan melepehkan spermanya dari mulutku sehingga mengalir ke bajuku yang sudah basah.
Ih bang panjul ternyata mesum yahUcapku yang masih saja tengkurap dilantai yang basah ini.
Salah neng jihan sendiri goda godain, nanti abang ewe baru tau rasa loh
hihi, jangan dong bang masa jihan diewe pedagang kantin sekolah. Bang, basahin semua rok sama baju aku dong bang, tapi pake tangan yahUcapku senakal mungkin yang membuatnya langsung lompat mengambil ember cuciannya dan menariknya ke arahku, ia lalu mencelupkan tangannya dan mulai menggerepei badanku hingga seluruhnya basah kuyup. Setelah selesai, aku mengangkat diriku dan duduk selonjoran dilantai, aku mendengar suara dering handphoneku berbunyi dan menyadari pasti supirku sudah menunggu didepan. Lagi lagi aku mendapatkan sebuah ide, aku menyuruh bang panjul untuk mengamankan kondisi karena aku memilih untuk tepat menggunakan seragamku yang basah kuyup ini saat menemui supirku, supirku pun melongo sangat melihatku masuk ke mobil dengan kondisi seperti
Kok bajunya basah semua non?Tanya supirku diperjalanan setelah puas melihat kondisiku yang basah kuyup ini
Iya tadi aku dikerjain sama bang panjul, padahal aku ga ulang tahun tapi malah dibasahin kayak giniJawabku sekenanya sambil membuka seragamku sehingga hanya meninggalkan kaos dalemanku.
Ah bang Panjul?Ucapnya bertanya tanya mengenai nama itu, supirku sepertinya menyadari bahwa nama itu tidak cocok bagi seorang murid yang bersekolah di sma ternama ini.,,,,,,,,,,,,,,,,

Related posts